PRINSIP MEMBANGUN JEMBATAN SEDERHANA

Pada dasarnya jembatan harus menopang beratnya sendiri dan juga berat lalu lintas yang bergerak di atasnya. Para Insinyur menggunakan penopang, lengkungan, dan kabel untuk merancang jembatan yang menyeimbangkan gaya ke bawah dengan gaya ke atas atau ke dalam. Jembatan pertama yang digunakan orang hanya dibuat dengan merebahkan pohon di atas sungai. Kemudian, orang mulai membuat jembatan yang lebih baik dan rata dari papan kayu atau potongan batu. Semua jembatan awal ini bekerja dengan prinsip yang sama. Jembatan-jembatan tersebut merupakan jembatan balok:struktur-struktur keras dan rata di sangga di setiap ujungnya yang menempel di atas tanah.

Prinsip Kerja Jembatan

Jembatan balok memiliki keterbaasan. Jika terlalu panjang, jembatan balok tersebut melengkung dan bergoyang saat kamu berjalan melintasinya. Satu pemecahan terhadap masalah ini adalah meletakkan penopang-penopang tambahan di bawah jembatan pada jarak tertentu. Penopang ini bisa berupa menara penopang yang disebut pilar, yang berdiri di sungai, atau penopang terapung yang disebut ponton.

Jembatan balok dengan pilar dan ponton sebenarnya adalah gabungan dari jembatan-jembatan yang lebih pendek. Meskipun lebih baik dari pada balok tunggal tanpa penopang, jembatan ini masih memiliki kekurangan. Sebagai contoh, pilar dan ponton menghalangi jalan perahu dan jembatan yang melintasi ngarai yang dalam sering terlalu tinggi untuk dapat ditopang oleh pilar.

Jembatan balok tidak dapat meopang banyak berat sebelum mulai melengkung. Satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah membangun jembatan lengkung atau jembatan balok dengan lengkungan dibawahnya. Gaya yang mendorong lengkungan ke bawah disebarkan ke sekeliling dan ke bawah, di tempat lengkungan bertemu dengan tanah. Ini menyebarkan beban ke segala penjuru jembatan, sehingga lengkungan dapat menopang jauh lebih banyak berat tanpa membengkok daripada balok.

Jembatan gantung juga menyebarkan berat lebih merata dari pada jembatan balok. Jembatan gantung menggantung pada dua kabel yang sangat besar yang membentang melintasi menara-menara yang tinggi. Gaya dorong ke bawah pada pusat jembatan membuat jalan menarik kabel-kabel vertikal yang kecil. Kabel-kabel tersebut kemudian menarik kabel utama, yang terbentang dari puncak-puncak menara menuju ke tanah di kedua ujung jembatan, tempatnya dipancangkan pada balok-balok raksasa.

Sumber : Buku "Gaya dan Gerak", Pengarang : Colin Uttley



Artikel Terkait :

Jika anda ingin membagikan artikel PRINSIP MEMBANGUN JEMBATAN SEDERHANA ini, maka anda harus mencantumkan link sumbernya. Terimakasih, semoga bermanfaat.

Komentar Menggunakan Akun Facebook :